Jumat, 08 Februari 2013

metode penentuan lokasi usaha

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang  Masalah

Keadaan dunia usaha di Indonesia belakangan ini sudah mulai menampakkan perkembangan yang cukup berarti. Perkembangan ini tidak lepas dari rencana jangka panjang Indonesia untuk menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas. Dengan adanya globalisasi dan perdagangan bebas, persaingan dalam usaha bukan hanya milikpara pengusaha dalam negeri melainkan juga turut diramaikan dalam pengusaha yang berasal dari luar negeri. Untuk itu para pengusaha harus mempersiapkan perusahaannya secara menyeluruh agar mampu bersaing dengan pengusaha yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
            Banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan suatu perusahaan dalam mengahadapi persaingan dengan perusahaan lain baik dalam maupun luar negeri.  Salah satu faktor yang menentukan adalah lokasi usaha. Lokasi usaha sering kali dianggap sebagai hal yang sepele, akan tetapi lokasi usaha sangat menentukan kinerja dan keuntungan yang diraih oleh perusahaan.
            Pemilihan lokasi usaha juga harus berpatokan pada perkembangan pembangunan suatu daerah yang sering kali menimbulkan dampak baik positif maupun negatif yang dapat mempengaruhi kinerja dan perkembangan usaha. Dalam makalah ini akan dijelskan pembuatan model penentuan lokasi usaha dengan metode faktor-faktor penetu kemajuan usaha.
B.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian lokasi bisnis ?
2.      Apa saja jenis-jenis lokasi bisnis ?
3.      Apa saja metode yang digunakan dalam penentuan lokasi bisnis ?
4.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi bisnis ?
5.      Bagaimana cara menentukan letak perusahaan ?
6.      Apa saja contoh-contoh penentuan letak perusahaan ?


C.   Tujuan Pembahasan
1.      Supaya mengetahui pengertian lokasi bisnis
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis lokasi bisnis
3.      Supaya mengetahui metode yang digunakan dalam penentuan lokasi bisnis
4.      Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi bisnis
5.      Supaya mengetahui bagaimana cara menentukan letak perusahaan
6.      Untuk mengetahui apa saja contoh-contoh penentuan letak perusahaan

7.     
BAB II
PEMBAHASAN

A . PENGERTIAN / DEFINISI LOKASI PERUSAHAAN
            Letak perusahaan sering pula disebut tempat kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari.Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan sebagai tempat kantor pusat perusahaan.
            Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
Lokasi Perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu malakukan kegiatan fisik. Kedudukan perusahaan dapat berbeda dengan lokasi perusahaan, karena kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan. Contoh bentuk lokasi perusahaan adalah pabrik tempat memproduksi barang.
            Perusahaan bisnis pada prinsipnya bertujuan untuk menghasilkan profit. Dalam hal ini, profit adalah perbedaan revenue dan cost. Revenue adalah perkalian antara output dengan harganya, dan cost adalah perkalian antara input dengan harganya. Semakin besar perbedaan tersebut, bisnis semakin menguntungkan. Kondisi keuntungan yang ideal adalah jika revenue makin meningkat (sampai maksimal) dan saat yang sama cost makin menurun (semakin minimal).
            Sehubungan dengan peranan input dan output tersebut pada basis harga masing-masing maka bisnis (yang akan dibangun pada lokasi tertentu) akan berhadapan dengan dua situasi sekaligus, yaitu: pasar output dan pasar input. Pada sisi pasar output, bisnis (firm) bertindak sebagai produsen (supplier) dan pembeli sebagai customer. Sementara pada sisi pasar input, bisnis (firm) bertindak sebagai customer dari supplier dari semua inputnya. Supplier dan customer dapat direpresentasikan sebagai fungsi supply dan fungsi demand di dalam pasar (market).
            Oleh karena itu, di dalam memilih lokasi bisnis (firm) ada beberapa hal  yang perlu dipikirkan secara cermat, yaitu:
  • Apakah ada pasarnya. Dengan kata lain, apakah ada customernya (demand-output) dan juga apakah ada suppliernya (supply-input). Jika ada pasarnya (output dan input), maka langkah berikutnya baru bisa dipikirkan.
  • Seberapa besar revenuenya dan seberapa besar costnya. Besar kecilnya revenue sangat tergantung dari berapa banyak output (produk) yang terjual dan berapa harga jualnya. Revenue ini dipengaruhi oleh customer. Sedangkan besar kecilnya cost sangat tergantung seberapa banyak input (faktor pengadaan atau faktor produksi) dan berapa harga faktornya tersebut. Cost ini dipengaruhi oleh supplier. Input ini terdiri dari input tetap dan input variabel atau dalam arti cost dinyatakan sebagai biaya tetap dan biaya variabel.
            Bisnis apa yang sedang dicarikan lokasinya. Ada beberapa karakteristik bisnis yang dapat dipilih: production, collection, manufakture, distributor, dan ritel. Masing-masing karakteristik bisnis tersebut memiliki customer dan supplier yang mungkin berbeda dan mungkin sama. Karena itu, menentukan (target) customer dan supplier sangatlah penting dalam memilih lokasi bisnis (firm) tersebut. Dengan demikian, setiap karakteristik bisnis memiliki spesifikasi lokasinya.
            Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi siapa yang menjadi customer dan siapa yang menjadi supplier, dimana mereka berada dan seberapa besar potensinya.
  • Production. Suatu bisnis yang berlandaskan pada sistem produksi (pertambangan, kehutanan, perikanan, peternakan, pertanian tanaman pangan, perkebunan dan sebagainya). Supplier utama bisnis ini sangat tergantung dari source  yang terkait dengan sifat-sifat alam seperti geologi dan kandungannya , tanah, vegetasi, kesuburan, curah hujan, iklim, populasi ikan dan ternak dan sebagainya). Customernya  bisa salah satu atau semua rantai dalam supply chain, seperti collection, manufacture, distributor, retail atau langsung ke consumer.
  • Collection. Suatu bisnis yang melakukan pengumpulan  dalam skala-skala yang kecil kemudian dikumpulkan (pool) dan selanjutnya di perdagangkan baik dalam skala kecil atau partai besar (ekspor). Supplier dalam bisnis ini adalah production sedangkan customernya meliputi manufacture], distributor, retail atau langsung ke consumer. 
  • Manufacture. Suatu bisnis yang melakukan pengolahan atau perakitan. Suppliernya adalah production dan collection. Sedangkan customernya adalah distributor, retail atau langsung ke consumer.
  • Distributor. Suatu bisnis yang melakukan distribusi. Suppliernya adalah production, collection dan manufaktur. Customernya adalah retail  dan bisa juga consumer.
  • Retail. Suatu bisnis yang melakukan eceran. Supliernya adalah production, collection, manufaktur atau distributor. Customernya adalah consumer.
            Dengan memahami siapa yang menjadi customer dan supplier maka di satu pihak kita bisa mengetahui potensi inputnya (ketersediaan dan kontinuitasnya) dan di pihak lain kita bisa mengetahui potensi outputnya (penyerapan dan kontinitasnya). Ketersediaan input terkait dengan biaya bahan bakunya, biaya transportasi) sedangkan penyerapan output terkait dengan daya belinya dan pilihannya terhadap produk sejenis dari bisnis yang lain (pesaing).
            Oleh karenanya dalam memahami langkah-langkah pendahuluan dalam menentukan lokasi bisnis di atas, maka akan mudah bagi kita untuk menerapkan berbagai metode dan teknik penentuan lokasi atau strategi-strategi dalam memilih lokasi bisnis yang sesuai dengan tujuan bisnis
B . JENIS-JENIS LOKASI PERUSAHAAN
1. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Para pemilik modal mendirikan perusahaan mengambil lokasi yang sudah ditetapkan pemerintah karena dalam kawasan yang ditetapkan tersebut mungkin sudah dibangun sarana listrik, komunikasi, dan tempat pembuangan limbah sehingga tidak membahayakan lingkungan. Contohnya adalah seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.
2. Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
3. Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya
4. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.
C . METODE PENENTUAN LOKASI BISNIS
Metode analisis lokasi tidak ada yang dapat dengan tepat menentukan lokasi suatu usaha jasa. Meskipun pemilik usaha telah berusaha menentukan lokasi usahanya dengan menggunakan metode seoptimal mungkin, namun permasalahan yang tidak terduga dapat datang secara tiba-tiba pada lokasi usaha yang telah dipilih misalnya peraturan tempat usaha, ketersediaan air, pembuangan limbah, suply tenaga kerja, biaya transportasi, peraturan pajak, penerimaan masyarakat sekitar, dan lain sebagainya yang dapat mempengaruhi jalannya kegiatan bisnis. Oleh karena itu, pemilihan lokasi usaha jasa sebaiknya memilih lokasi yang memiliki resiko lokasi yang paling kecil. Salah satu cara memilih lokasi usaha yang baik adalah dengan mengikuti proses pemilihan sistematis (Monks, 1987):
1. Mendefinisikan objek lokasi usaha.
2. Mengidentifikasi kriteria pemilihan yang relevant.
3. Menggunakan model lokasional (model biaya ekonomi, analisis BEP,
linear programming, analisis qualitative faktor analysis.)
4. Mengumpulkan data lokasi yang akan dijadikan tempat usaha dan
alternatif lokasi lain.
5. Memilih lokasi yang memiliki pemenuhan kriteria paling banyak.
Analisis lokasi jasa dapat dibedakan dalam dua kategori: layanan meneta (fixed service) dan layanan kirim (delivery service). Layanan menetap dikonsumsi di fasilitas tempat jasa (layanan) ini disiapkan. Sebaliknya, layanan kirim diberikan di tempat layanan itu dibutuhkan.
Seorang pemilik usaha berusaha untuk menentukan tempat yang tepat harus mempertimbangkan faktor-faktor tempat berikut dalam mengambil keputusan: (1) area pasar, (2) cakupan pasar, dan (3) tata letak dan desain tempat usaha. Lokasi usaha sangatlah penting karena membantu dalam menentukan bauran konsumen dan persaingan. Sekali lokasi usaha dipilih maka akan sulit untuk memindahkannya. Pasar adalah wilayah geografis di mana pembeli dan penjual bertemu untuk menukar uang untuk produk dan jasa. Pasar yang tepat untuk usaha jasa adalah daerah yang mengandung cukup banyak orang untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada keuntungan. Layout dan desain tempat adalah dua elemen penting yang harus dipertimbangkan usaha jasa dalam menciptakan suasana belanja yang tepat untuk target pasarnya.
Jasa tidak dipasarkan melalui saluran distribusi tradisional seperti halnya barang fisik misalnya dari pabrik ke pedagang grosir, kemudian ke pengecer untuk selanjutnya disampaikan kepada konsumen akhir. Akan tetapi dalam pemasaran jasa terdapat dua kemungkinan, yaitu pertama, pelanggan mendatangi lokasi fasilitas jasa (mahasiswa mendatangi tempat fotocopy). Kemungkinan kedua adalah penyedia jasa yang mendatangi pelanggan (layanan perawatan wajah door to door). Fleksibilitas suatu lokasi merupakan ukuran sejauh mana suatu usaha jasa dapat bereaksi terhadap situasi ekonomi yang berubah. Karena keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek-aspek yang sifatnya kapital intensif, maka suatu penyedia jasa haruslah benar-benar mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang responsif terhadap perubahanperubahan ekonomi, demografis, budaya, dan persaingan di masa mendatang.
Competitive positioning adalah metode-metode yang digunakan agar suatu usaha dapat mengembangkan posisi relatifnya dibandingkan para pesaing. Misalnya jika suatu usaha berhasil memperoleh dan mempertahankan lokasi yang strategis (lokasi sentral dan utama), maka hal tersebut dapat menjadi hambatan bagi para pesaing untuk ikut masuk ke pasar.
Berikut adalah metode-metode yang umum digunakan dalam menentukan lokasi bisnis :
1. Metode factor rating
Metode ini memberikan suatu landasan penentuan lokasi dengan cara membubuhkan bobot terhadap faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan.
Selain faktor-faktor kuantitatif seperti kapasitas, biaya, dan jarak dapat juga dinalisis faktor-faktor kualitatif seperti sikap masyarakat. Faktor kualitatif dikuantitatifkan untuk memudahan penilaian. Akan tetapi bias nilai sering terjadi dari masuknya subyektifitas. Keobyektifan mendasari pentingnya penilaian dilakukan oleh lebih dari satu orang dan hasilnya di rata-ratakan. Metode nilai ideal. Hampir sama dengan factor rating yang dibedakan hanya bobot menunjukan nilai ideal untuk setiap faktor. Sehingga, nilai maksimum setiap faktor tidak lain sama dengan nilai idealnya.
2. Metode ekonomi
Metode ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama untuk memperoleh penilaian yang lengkap.
Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan cara membandingkan biaya total masing-masing alternatif lokasi.
Sedangkan pendekatan kualitatif untuk membandingkan faktor-faktor ain yang tidak dapat diukur dengan rupiah seperti tersedinya tenaga kerja, dan aktifitas serikat buruh.
3. Metode volume biaya
Metode penentuan lokasi usaha yang menekankan pada faktor biaya. Total biaya produksi diperbandingkan antar alternatif yang ada dimana lokasi berbiaya rendah dipilih. Analisis dalam prakteknya dapat dilakukan baik secara numerikal maupun secara grafis.


4. Metode pusat gravity
 Metode ini digunakan untuk memilih sebuah lokasi usaha yang mampu meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Mulanya di buat suatu peta berskala dari tempat-tempat yang akan di tuju dengan memilih titik sembarang sebagai pusat koordinat. Jarak antar tempat berasumsi garis lurus, dan biaya distribusi per unit produk per kilometer adalah sama. Metode transportasi. Pada prinsipnya metode ini mencari nilai optimal yang dapat diperoleh dengan mempertimbangkan pemenuhan demand dan supply pada biaya transportasi yang terendah.

D . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN LOKASI PERUSAHAAN
            Kesuksesan suatu usaha jasa sangat dipengaruhi oleh lokasinya. Usaha jasa merupakan usaha yang berfokus pada pendapatan, oleh karenanya lokasi usaha jasa sebisa mungkin mendekat kepada konsumennya. Dalam memilih lokasi usahanya, pemilik usaha harus mempertimbangkan faktor-faktor pemilihan lokasi. Karena lokasi usaha akan berdampak pada kesuksesan usaha itu sendiri. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi usaha, diantara faktor-faktor tersebut adalah kedekatan dengan infrastruktur, lingkungan bisnis, dan biaya lokasi.
            Infrastruktur yang lengkap dan memadai dapat menunjang keberlangsungan kegiatan bisnis. Ketersediaan listrik dan air merupakan hal pokok dalam menjalankan kegiatan suatu usaha, sebagai contoh apabila listrik di area Pleburan padam, maka otomatis kegiatan bisnis usaha fotocopy akan terhenti.
            Lingkungan bisnis yang kondusif bagi jalannya kegiatan usaha perlu dipertimbangkan oleh pemilik usaha dalam memilih lokasi usahanya. Lingkungan bisnis yang kondusif dapat memperlancar kegiatan bisnis. Usaha jasa yang berfokus pada pendapatan sebisa mungkin memilih lokasi usaha yang dekat dengan konsumen.
            Dengan mendekat pada konsumennya, usaha jasa dapat memiliki competitive positioning dan memberikan pelayanan yang cepat kepada konsumennya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh lokasi usaha yang strategis juga harus menjadi pertimbangan pemilik dalam memilih lokasi usahanya, karena akan berpengaruh terhadap investasi awal usaha. Apabila investasi awal usaha terlalu besar dan tidak diperhitungkan secara cermat maka dapat menghambat pencapaian sukses usaha.
Teori Lokasi dan analisa spasial dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor utama yang menentukan pemilihan lokasi kegiatan ekonomi, baik pertanian, industri dan jasa. Disamping itu, pada umumnya faktor yang dijadikan dasar perumusan teori adalah yang dapat diukur agar menjadi lebih kongkrit dan operasional. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa dalam kenyataannya pemilihan lokasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi saja, tetapi juga oleh faktor sosial, budaya maupun kebijakan pemerintah. Secara garis besarnya terdapat 6 (enam) faktor ekonomi utama yang mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi yang masing-masing diuraikan berikut ini.
a. Ongkos Angkut
Ongkos angkut merupakan faktor atau variabel utama yang sangat penting dalam pemilihan lokasi dari suatu kegiatan ekonomi. Alasannya adalah karena ongkos angkut tersebut merupakan bagian yang cukup penting dalam kalkulasi biaya produksi. Hal ini terutama sangat dirasakan pada kegiatan
industri pertanian maupun pertambangan yang umumnya, baik bahan baku dan hasil produksinya kebanyakan merupakan barang yang cukup berat sehingga pengangkutannya memerlukan biaya yang cukup besar. Walaupun dewasa ini penggunaan komputer dalam kegiatan perdagangan (e-commerce) sudah mulai berkembang dengan pesat, namun demikian hal tersebut hanya dilakukan dalam kegiatan administrasinya. Termasuk ke dalam ongkos angkut ini adalah biaya untuk membawa bahan baku ke pabrik dan hasil produksi ke pasar serta biaya muat bongkar. Besar kecilnya angkos angkut tersebut akan mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi karena pengusaha akan cenderung memilih lokasi yang dapat memberikan ongkos angkut minimum guna meningkatkan keuntungan secara maksimum.
Untuk kemudahan perumusan Teori Lokasi, kebanyakan ongkos angkut ini diasumsikan konstan untuk setiap ton kilometernya. Namun demikian, dalam realitanya hal ini tidak selalu benar karena seringkali dalam angkutan dengan jarak Iebih jauh akan menghasilkan ongkos angkut untuk setiap ton kilometernya yang Iebih rendah. Dengan kata lain, dalam kenyataannya sering terdapat penghematan angkut rata bila jarak yang ditempuh lebih jauh (Economies of Long-Haul). Disamping itu, angkos angkut tersebut juga berbeda menurut jenis angkutan yang digunakan. Biasanya untuk jarak dekat angkutan truk menjadi lebih efisien. Sedangkan untuk angkutan yang lebih jauh, kereta api akan lebih murah. Bila angkutan laut dimungkinkan, maka penggunaan angkutan kapal akan lebih efisien karena ongkos angkutnya untuk setiap ton/kilometer lebih rendah.
b. Perbedaan Upah Antar Wilayah
Sudah menjadi kenyataan umum bahwa upah buruh antar wilayah tidaklah sama. Perbedaan ini dapat terjadi karena variasi dalam biaya hidup, tingkat inflasi daerah dan komposisi kegiatan ekonomi wilayah. Bagi negara sedang berkembang, dimana fasilitas angkuttasi masih belum tersedia keseluruh pelosok daerah dan mobilitas barang dan faktor produksi antar wilayah belum begitu lancar, maka perbedaan upah antar wilayah akan menjadi lebih besar. Upah yang dimaksudkan dalam hal ini bukanlah upah nominal, tetapi upah riil setelah diperhitungan produktivitas tenaga kerja.
Perbedaan upah ini mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi karena tujuan utama investor dan pengusaha adalah untuk mencari keuntungan secara maksimal. Bila upah di satu wilayah lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain, maka pengusaha akan cenderung memilih lokasi di wilayah tersebut karena akan dapat menekan biaya produksi sehingga keuntungan menjadi lebih besar. Sebaliknya, pengusaha akan cenderung tidakmemilih lokasi pada suatu wilayah bila upah buruhnya relatif Iebih tinggi.
c. Keuntungan Aglomerasi
Faktor ke tiga yang mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi adalah besar kecilnya Keuntungan Aglomerasi (Agglomeration Economies) yang dapat diperoleh pada lokasi tertentu. Keuntungan Aglomerasi muncul bila kegiatan ekonomi yang saling terkait satu sama lainnya terkonsentrasi pada suatu tempat tertentu. Keterkaitan ini dapat berbentuk kaitan dengan bahan baku (Backward Linckages) dan kaitan dengan pasar (Forward Linckages). Bila keuntungan tersebut cukup besar, maka pengusaha akan cenderung memilih lokasi kegiatan ekonomi terkonsentrasi dengan kegiatan lainnya yang saling terkait. Pemilihan lokasi akan cenderung tersebar bila keuntungan aglomerasi tersebut nilainya relatif kecil.
Keuntungan aglomerasi tersebut dapat muncul dalam 3 bentuk. Pertama, adalah Keuntungan Skala Besar (Scale Economies) yang terjadi karena baik bahan baku maupun pasar sebagian telah tersedia pada perusahaan terkait yang ada pada lokasi tersebut. Biasanya keuntungan diukur dalam bentuk penurunan biaya produksi rata-rata bila berlokasi pada suatu konsentrasi industri. Kedua, adalah Keuntungan Lokalisasi (Localisation Economies) yang diperoleh dalam bentuk penurunan (penghematan) ongkos angkut baik untuk bahan baku maupun hasil produksi bila memilih lokasi pada konsentrasi tertentu. Ketiga, adalah keuntungan karena penggunaan fasilitas secara bersama (Urbanization Economies) seperti listrik, gudang, armada angkutan, air dan lainnya. Biasanya keuntungan ini diukur dalam bentuk penurunan biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan fasilitas tersebut secara bersama.
d. Konsentrasi Permintaan
Faktor keempat yang ikut menentukan pemilihan lokasi kegiatan ekonomi adalah konsentrasi permintaan antar wilayah (Spatial Demand). Dalam hal ini pemilihan lokasi akan cenderung menuju tempat dimana terdapat konsentrasi permintaan yang cukup besar. Bila suatu perusahaan berlokasi pada wilayah dimana terdapat konsentrasi permintaan yang cukup besar, maka jumlah penjualan diharapkan akan dapat meningkat. Disamping itu, biaya pemasaran yang harus dikeluarkan perusahaan menjadi lebih kecil karena pasar telah ada pada lokasi dimana perusahaan berada. Keadaan ini selanjutnya akan dapat pula meningkatkan volume penjualan yang selanjutnya akan dapat pula memperbesar tingkat keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan bersangkutan.
Konsentrasi permintaan antar wilayah merupakan hal yang wajar terjadi. Untuk barang konsumsi, keadaan ini terutama terjadi karena konsentrasi penduduk pada wilayah-wilayah tertentu misalnya di daerah perkotaan, daerah pertambangan, pertanian, didekat pelabuhan dan lainnya. Sedangkan untuk barang-barang setengah jadi (intermediate inputs), konsentrasi permintaan antar wilayah ini terjadi karena adanya konsentrasi industri yang menggunakan barang setengah jadi tersebut. Pada negara sedang berkembang, dimana fasilitas angkuttasi belum menyebar secara luas ke seluruh pelosok daerah, maka konsentrasi permintaan antar wilayah ini akan cenderung lebih tinggi.
e. Kompetisi Antar Wilayah
Faktor kelima yang dapat mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi adalah tingkat persaingan antar wilayah (Spatial Competition) yang dihadapi oleh perusahaan dalam memasarkan hasil produksinya. Persaingan antar wilayah dimaksudkan disini adalah persaingan sesama perusahaan dalam wilayah tertentu atau antar wilayah. Bila persaingan ini sangat tajam, seperti pada Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition), maka pemilihan lokasi perusahaan akan cenderung terkonsentrasi dengan perusahaan lain yang menjual produk yang sama. Hal ini dilakukan agar masing-masing perusahaan akan mendapatkan posisi yang sama dalam menghadapi persaingan sehingga tidak ada yang dirugikan karena pemilihan lokasi perusahaan yang kurang tepat. Sebaliknya, bilamana persaingan tidak tajam atau tidak ada sama sekali seperti halnya pada Pasar Monopoli, maka pemilihan lokasi perusahaan akan cenderung bebas, karena pembeli akan tetap datang dimana saja perusahaan berlokasi.
Pengertian persaingan antar wilayah sedikit berbeda dengan pengertian persaingan yang biasa dalam ilmu ekonomi. Persaingan dalam pengertian Ilmu Ekonomi dapat diukur dengan perbandingan harga jual produk yang sama antar perusahaan yang bersaing. Suatu perusahaan dapat dikatakan mempunyai daya saing tinggi bila harganya lebih rendah dari harga produk saingan dan sebaliknya. Tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut harga dimana, apakah harga pabrik atau harga di tempat pembeli. Dalam pengertian persaingan antar wilayah, harga yang dimaksud adalah harga ditempat pembeli yang merupakan harga pabrik ditambah dengan angkos angkut ke tempat pembeli. Dengan demikian, dalam pengertian harga persaingan antar wilayah telah termasuk unsur lokasi perusahaan, dimana daya saing perusahaan akan menjadi lebih kuat bila berlokasi dekat dengan konsumennya.
f. Harga dan Sewa Tanah
Faktor keenam yang mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi adalah tinggi rendahnya harga atau sewa tanah. Dalam rangka memaksimalkan keuntungan, perusahaan akan cenderung memilih lokasi dimana harga atau sewa tanah lebih rendah. Hal ini terutama akan terjadi pada perusahaan atau kegiatan pertanian yang memerlukan tanah relatif banyak dibandingkan dengan perusahaan industri atau perdagangan. Pemilihan lokasi dalam hal ini menjadi penting karena harga tanah biasanya bervariasi antar tempat. Harga tanah akan tinggi bila terdapat fasilitas angkuttasi yang memadai untuk angkutan orang atau barang.
Disamping itu, khusus untuk daerah perkotaan, harga tanah bervariasi menurut jarak ke pusat kota. Bila sebidang tanah berlokasi dekat dengan pusat kota, maka harga per meter perseginya akan sangat mahal. Sebaliknya harga tanah tersebut akan jauh lebih murah bila tanah tersebut terletak jauh di pinggir kota. Karena itu, faktor harga tanah ini juga merupakan faktor penting dalam penentuan lokasi dan penggunaan tanah (land-use) untuk kegiatan ekonomi dan perumahan di daerah perkotaan .
E. CARA UNTUK MENENTUKAN LOKASI PERUSAHAAN
Secara umum terdapat 2 macam cara untuk menentukan lokasi perusahaan yaitu :
1 . Cara kualitatif
Dengan cara ini diadakan penilaian secara kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan pada setiap pilihan lokasi.
2 . Cara kuantitatif
Dengan cara ini hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan skor(niali)pada masing-masing kriteria.
Sedangkan menurut teori Alfred Weber,dalam teorinya mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi penetapan lokasi perusahaan,yaitu :
·         Biaya pengangkutan
·         Biaya tenaga kerja
pemilihan lokasi bisnis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah bisnis. Semakin strategis lokasi bisnis yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah bisnis. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi bisnis yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus.                                                            .
            Untuk itu sebelum memulai sebuah bisnis, pilih terlebih dahulu tempat bisnis yang paling tepat untuk pemasaran bisnis. Lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya menentukan lokasi yang paling strategis bagi bisnis. Berikut beberapa faktor yang sebaiknya diperhatikan, sebagai bahan pertimbangan strategi memilih lokasi bisnis.
                   .

1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi
                                                    .
            bisniskan memilih lokasi bisnis yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Semakin tinggi kepadatan penduduk di suatu lokasi, maka semakin besar pula potensi pasar sebuah bisnis. Coba saja bandingkan pendapatan bisnis yang lokasinya di daerah pedesaan dengan bisnis yang berada di daerah perkotaan, omset yang diperoleh akan sangat jauh berbeda.                         .
2. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi                                      .
            Besar pendapatan masyarakat yang ada di sekitar lokasi juga mampu mempengaruhi bisnis yang akan
dibangun. Sebab, tingkat pendapatan masyarakat juga akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Jika kita ingin menjalankan bisnis dengan produk yang harganya sedikit tinggi, sebaiknya pilih lokasi yang daya belinya cukup tinggi ( misalnya di kota – kota besar ). Sedangkan bila ingin menawarkan produk dengan harga yang relative murah, tidak akan jadi masalah jika kita memilih lokasi bisnis yang daya beli masyaratnya kurang untuk. Karena konsumen di daerah tersebut lebih mementingkan harga murah, dibandingkan memperhatikan kualitas produk yang dijual.                                  .
3. Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang lewat                             
            Perhatikan trafik lalu lalang kendaraan atau pejalan kaki yang lewat, karena hal ini juga mempengaruhi jenis bisnis yang cocok di daeah tersebut. Untuk daerah yang dilalui pejalan kaki, bisnis toko kelontong atau bisnis minuman dingin cocok untuk dibangun di daerah tersebut. Sedangkan untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan bermotor, bisa mencoba bisnis bengkel yang lebih dibutuhkan. Sesuaikan jenis bisnis kita dengan para konsumen yang lalu lalang di lokasi tersebut.
                                             .
4. Banyaknya bisnis yang menduukung lokasi tersebut                       .                                                  
            Semakin banyak bisnis yang ada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga semakin ramai. Karena di lokasi tersebut terdapat berbagai macam bisnis yang menyediakan produk yang berbeda pula, sehingga para konsumen lebih tertarik datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam bisnis. Misalnya saja lokasi pasar, atau mall yang selalu ramai pengunjung.                                                
5. Sesuaikan dana dengan lokasi bisnis yang akan dipilih                        .                                                     
            Biasanya lokasi bisnis yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi bisnis yang kurang strategis. Untuk itu sesuaikan dana yang kita miliki, dengan lokasi bisnis yang di pilih. Jangan memilih lokasi yang harga sewanya mahal, tetapi ternyata tidak ramai pengunjung.
                                    .
6. Pilih lokasi bisnis yang tingkat kompetisinya rendah                                         .
            Jika di lokasi tersebut sudah banyak bisnis yang sejenis dengan bisnis Anda, sebaiknya lokasi ini dihindari. Namun jika kita yakin karena posisinya yang sangat strategis, kita harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan bisnis kita dengan bisnis lain yang sejenis.
                                                        
7. Perhatikan pula akses menuju lokasi bisnis
                                  .
            bisniskan pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi bisnis yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi bisnis Anda.                                       .
8. Tingkat keamanan yang mendukung
                                   .
            Lokasi bisnis yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan bisnis kita dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, kita bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada bisnis yang ada di lokasi kurang aman.                                                                 
9. Dan yang ke-9 adalah, perhatikan kebersihan lokasi bisnis                                   .
            Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah toko, warung ataupun sebuah outlet yang berada di lingkungan kotor atau kumuh. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda, agar konsumen merasa nyaman berkunjung ke lokasi bisnis Anda.
                                           
            Sebelum membuka bisnis sebaiknya kita harus mengetahui apakah bangunan yang disewa atau yang kita dirikan semua perijinannya sudah beres, seperti ijin mengenai analisa dampak lingkungan ( AMDAL ), ijin mendirikan bangunan ( IMB ), serta ijin gangguan ( HO ). Agar tidak terjadi kejadian tidak terduga, yang akan merugikan bisnis yang kita jalankan. Banyaknya peristiwa tempat bisnis yang dihancurkan hanya karena tidak memiliki ijin.
F. CONTOH-CONTOH
1. lokasi usaha yang dekat dengan alam
·         Perusahaan tambak garam di Madura (mengikuti cuaca alam di Madura yang panas dan lokasi yang dekat dengan bahan baku berupa pantai.
·         Perusahaan air minum dalam kemasan yang dekat dengan mata air pegunungan. Seperti Aqua, Club, dan lain sebagainya.
2. lokasi usaha yang mengikuti sejarah
·         Perusahaan batik di jogjakarta
3. lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
·         Dibangunnya pusat-pusat perbelanjaan di berbagai kota besar dikarenakan pola hidup orang-orang kota yang cenderung glamour dan ketergantungan terhadap barang-barang tersier. Lain halnya dengan penduduk desa yang standart hidupnya menengah kebawah. Seperti Malang Town Square (MATOS) di kota malang, Tunjungan Plaza (TP) di Surabaya dan lain sebagainya.
4. lokasi perusahaan yang ditentukan pemerintah
·         kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.
·         PT. Freeport di Papua (selain ditentukan pemerintah, juga karena berdekatan dengan bahan baku)



BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan

            Jenis-jenis lokasi perusahaan ada 4 macam yaitu :
1. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
2. Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
3. Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
4. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Sedangkan metode menentukan lokasi macam-macamnya antara lain :
1.    Metode factor rating.
2.    Metode ekonomi.
3.    Metode volume biaya.
4.    Metode pusat gravity
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi perusahaan
a. Ongkos Angkut
b. Perbedaan Upah Antar Wilayah
c. Keuntungan Aglomerasi
d. Konsentrasi Permintaan
e. Kompetisi Antar Wilayah
f. Harga dan Sewa Tanah
B. Penutup
Secara tidak langsung penentuan lokasi bisnis mempunyai dampak yang cukup signifikan dalam perkembangan suatu usaha. Karena tidak banyak pebisnis pemula yang gagal dalam mengopersiaknan usaha bisnisnya dikarenakan keslahan dalam menentukan lokasi usaha, sehinggan menimbulkan kerugian, kemunduran, bahkan kebangkrutan (pailit). Demikianlah uraian mengenai penentuan lokasi bisnis, semoga artikel ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memulai usaha bisnis.

DAFTAR PUSTAKA
Agus W. Soehadi. Metode penentuan Lokasi Bisnis.2003.                                                                 http://id.shvoong.com/business-management/management/1688035-metode-metode-penentuan-lokasi-usaha/ (diakses pada tanggal 17 september 2011 pukul 19:36 wib)
Djarwanto dan Pangestu Subagyo. Penentuan Lokasi Usaha.2000            http://organisasi.org/penentuan_tempat_lokasi_perusahaan_bisnis_pengertian_definisi_faktor_pertimbangan_macam_jenis_lokasi_ekonomi_manajemen (diakses pada tanggal 17 september 2011 pukul 19:50 wib)
Sugiono. Faktor Pemilihan Lokasi Bisnis. 2009                                     http://artikelterbaru.com/ekonomi/faktor-penentu-pemilihan-lokasi-kegiatan-ekonomi-20111632.html (diakses pada tanggal 18 september 2011 pukul 20:35 wib)
Junaidi. Pemilihan Letak Perusahaan. 2008                                                                                          http://vidyvirgo-virgo.blogspot.com/2009/12/pemilihan-letak-perusahaan.html (diakses pada tanggal 18 september 2011 pukul 21:08 wib)
Wicaksana, Wayan. Bagaimana Cara Menentukan Lokasi Usaha. 2009                   http://staff.blog.ui.ac.id/akhir/2010/12/11/bagaimana-cara-menentukan-lokasi-usaha-bisnis/(diakses pada tanggal 18 september 2011 pukul 21:25 wib)
Harahap, Matua Akhir. Cara Menentukan Lokasi Usaha Bisnis. 2008                                    .            http://staff.blog.ui.ac.id/akhir/2010/12/11/bagaimana-cara-menentukan-lokasi-usaha-bisnis/


2 komentar:

  1. Benar sekali pak ! pernah berdagang di Grand Cakung Jakarta Timur, lokasi menurut saya lebih dari cukup strategis, karena tergiur harga sewa yang murah sekali, kenyataannya tidak ada pengunjung, modal menguap begitu saja, pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran. Pedagang tidak ada yang bertahan/silih berganti dengan pedagang baru, bukan karena kalah berkompetisi tetapi karena tidak adanya pembeli.

    BalasHapus
  2. bagus banget arsipnya pak !
    setuju sekali

    BalasHapus